Jokowi cuma pencitraan!!!
Ahok cuma pencitraan!!!
Si Anu dan menteri Anu pencitraan !!!
Orang yang suka teriak ‘pencitraan’ itu lupa, pura-pura lupa, atau memang sudah payah nalarnya, bahwa kecenderungan melakukan profiling atau pencitraan adalah watak dasar manusia. Bahwa saya dan kalian semua selalu ingin tampil lebih baik dan mengesankan dari yang sebenarnya. Motif ini wajar dan menunjukkan iktikad baik dari pelakunya: mereka tak mau bikin orang jijik melihat keasliannya yang compang-camping ala kadarnya. Perempuan lelaki sama saja: cara bersolek, gaya bicara, cara berjalan, pilihan busana, gaya tulisannya, semua itu secara sadar mereka pilih untuk menampilkan kesan, image, atau citra. Jadi apa salahnya tokoh publik tampil heroik bersemangat, bicara penuh retorika demi menyulut optimisme rakyat, atau bicara galak memarahi saraf yang koplo demi meneguhkan kepercayaan rakyat yang memilihnya?
Pencitraan itu mutlak perlu, bahkan ada
anggaran besar untuk hajat itu. Contoh : Politisi berkantong tebal suka
menyewa biro survey untuk mengukur elektabilitas mereka. Orang-orang itu
menyewa mahal konsultan politik, pelatih fitness, tukang rias, biro
iklan, menggandeng kru televisi dan wartawan, bahkan tak jarang dukun
pun dikerahkan. Untuk apa lagi kalau bukan untuk tebar pesona alias
pencitraan? Ada tokoh bunglon yang biasanya pakai jas perlente naik
mobil mewah, mendadak dia numpang kereta berbaur dengan masyarakat
tingkat bawah, blusukan ke pasar beli jengkol, atau mendadak rajin
beribadah. Buat apa? Tentu saja demi pencitraan, mbah! Burukkah itu?
Tidak, selama citra yang dia coba pancarkan itu konsisten, authentic,
kongruen, cocok luar dalam alias bukan bohong-bohongan.
Yang buruk adalah orang yang bergaya santun, rendah hati, tapi korupsinya sak hohah…
Jangankan manusia. Hewan dan unggas
saja rajin melakukan pencitraan. Lihat saja tingkahnya ayam jago atau
merak jantan yang lagi berahi. Dia bersolek, bergaya di depan betinanya.
Kucing jantan pasti bersolek sebelum bergumul riuh dengan betinanya.
Munyuk, lutung, orangutan dan segala jenis primata
adalah maniak pesolek yang sangat peduli citra dirinya di kerajaan
fauna. Monyet betina mana sudi dikawini pejantan kurus kerempeng kurang
gizi. Dia pasti memilih bedhes macho yang gagah posturnya. Kalau hewan
saja sibuk dengan pencitraan, kenapa manusia tidak? Saya rasa hanya kaum
imbesil dan idiotic saja yang tidak hirau akan pentingnya self-image.
http://www.ngasih.com/2016/05/01/pengertian-pencitraan-dan-contohnya/
EmoticonEmoticon